Thursday, 18 February 2016

KENAPA ISLAM MENGANJURKAN MENJADI LGBT


oleh Kamal Agusta

Akhir-akhir ini fenomena LGBT begitu menyita perhatian publik. Hampir dimana-mana orang-orang membicarakan isu ini, baik di seminar, forum, maupun dunia maya. Semuanya berlomba-lomba mengemukakan pandangan tentang pro dan kontra mengenai isu LGBT.

Kali ini saya pun terusik untuk membahas LGBT yang diridhai Islam. Wait … jangan berpikir macam-macam dulu. LGBT yang saya bahas ini bukan hal yang penuh pro kontra itu. LGBT ini adalah Lelaki Gagah Berakhlak Tauladan. Oke punya bukan?

Dalam Islam, kedudukan lelaki sangatlah penting. Lelaki adalah seorang pemimpin, baik pemimpin bagi dirinya sendiri atau bagi keluarganya. Lelaki adalah imam untuk menuju jalan kebaikan yang diridhai Allah SWT. Islam selalu mengharapkan seorang lelaki agar memiliki akhlak yang jadi tauladan. Salah satu  Lelaki Gagah Berakhlak Tauladan yang menjadi panutan dalam Islam adalah Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alla.” (QS. Al-Ahzab{33}: 21)


Adapun 7 sifat dan kepribadian menurut Islam harus dimiliki LGBT adalah sebagai berikut:

1. Bijaksana Dalam Menjalani Hidup
Lelaki mukmin yang mampu bersikap bijak dalam menjalani kehidupan, maka segala tindakan maupun perkataannya akan mendatangkan hasil yang positif dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Kebijaksanaan mampu menyelamatkan seseorang dari musibah yang mencelakakan dirinya.

2. Pribadi Sabar dan Pemaaf
Lelaki mukmim yang baik tidak akan mengingkari atau mengkufuri nikmat, serta tidak akan murka terhadap musibah yang menimpanya. Ketika ada nikmat, dia bersyukur, dan ketika ada musibah, dia bersabar. Ketika ada yang berbuat salah, dengan besar hati dia akan memaafkan.

3. Bersifat Jujur dan Setia pada Janji
Salah satu hal yang bisa dipegang dari manusia adalah kejujuran dan kesetiaannya pada janji. Lelaki mukmin haruslah selalu berkata jujur, meski kejujuran itu menyakitkan. Dan, selalu menepati setiap janji yang sudah diucapkannya.

4. Berprilaku Santun dan Kasih Sayang
Santun dan berkasih sayang akan mengikat persaudaraan menjadi kuat dan erat. seorang lelaki mukmin yang nantinya menjadi pemimpin, haruslah memiliki kasih sayang dan satun yang besar terhadap sesame, agar mampu mengayomi dan menyatukan dalam persaudaraan. Dengan semangan persaudaraan maka ikatan akan menjadi kuat.

5. Berpegang Teguh pada Aqidah yang Benar
Lelaki mukmin haruslah memiliki prinsip berpegang teguh pada yang benar. Meski dalam kondisi sesulit apapun dan seberbahaya apapun. Keteguhan adalah salah satu modal seorang lelaki mukmim untuk berjuang menegakkan Islam.

6. Selalu Tawakkal kepada Allah SWT
     “Berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung.” (QS. An-Nisa’{4}: 81)

7. Senantiasa Taat dalam Melaksanakan Perintah Allah SWT dan Menjauhi Segala Larangan-Nya
     Lelaki mukmin yang menjadi tauladan adalah lelaki yang beribadah kepada Allah SWT seakan-akan melihat Allah SWT, dan yakin sepenuhnya apa yang dikerjakan akan senantiasa diawasi Allah SWT. Dengan demikian dia akan selalu merasa takut untuk melakukan hal yang dilarang-Nya.


Dengan 7 sifat dan Kepribadian di atas, Islam menganjurkan setiap lelaki mukmin untuk menjadi LGBT: Lelaki Gagah Berakkhal Tauladan, agar mampu membawa keluarga, saudara, kerabat, dan muslim di dunia menuju jalan kebenaran yang diridhai Allah SWT. Lelaki adalah pemimpin, ujung tombak yang membawa Islam menuju kejayaan.

Tips: 7 Cara Cepat Untuk Move-On Dari Mantan

oleh Kamal Agusta



Putus cinta adalah salah satu hal yang nggak diinginkan siapapun, terlebih kalau putus dari orang yang sudah membuatmu nyaman. Gairah hidup menurun drastis. Mau apapun, rasanya males banget. Mandi males, ke kampus males, kerja males, makan juga males. Penginnya di kamar terus, mikirin si mantan sedang ngapain dan bersama siapa. Ujung-ujungnya nangis.
Tapi putus cinta nggak buat dunia berhenti gitu aja, lho. Semuanya bergerak maju, termasuk mantan kamu. Bisa aja saat kamu ingat-ingat dia, dia malah lagi bikin strategi buat PDKT ke yang lain. Bisa aja saat kamu nangisin dia, dianya malah lagi happy karena baru jadian. Duuuh … siapa yang rugi coba?
Satu-satunya hal agar kamu terbebas dari kubangan kesedihan adalah dengan MOVE-ON dari sang mantan. Memang nggak mudah, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Dia aja bisa move-on, kenapa kamu nggak? Nah, nggak ada salahnya kamu ikutin 7 CARA CEPAT UNTUK MOVE-ON DARI MANTAN ini. Cekidot.
1. Jangan Mengurung Diri Terlalu Lama
            Penyebab utama gagal move-on adalah karena kamu suka mengurung diri terlalu lama. Jadi, jangan lakukan itu. Karena mengurung diri akan membuatmu makin terpuruk dan selalu ingat-ingat dia. Akibatnya kamu akan terus mengasihani dirimu sendiri yang berujung pada tangisan.
2. Cari Kegiatan Yang Menyibukkan Kamu
            Mencari kegiatan yang menyibukkan kamu adalah salah satu hal yang harus kamu lakukan setelah putus cinta. Kalau bisa kegiatan itu sesuatu yang kamu sukai banget, misalnya menggambar, membaca, atau  ngeblog. Dengan begitu kami nggak punya banyak waktu buat mikirin dia. Perlahan-lahan sesuatu tentangnya pasti mengabur dari ingatanmu.
3. Curhat Kepada Orang Yang Kamu Percayai
            Nggak selamanya kita bisa menanggung beban kita sendiri. Di saat itulah kita berbagi apa yang kita rasakan. Ceritakan  rasa sakit dan kesedihan yang kamu rasakan pada orang yang kamu percayai, seperti orangtua, saudara atau sahabatmu. Dijamin setelah berbagi, hatimu sedikit lebih plong. Kesedihanmu juga berkurang.
4. Berhenti Bertanya-Tanya Tentang Dia
            Dia sedang apa yang? Dia lagi dimana ya? Dia udah punya pacar baru belum? Ada nggak ya dia ingat-ingat aku?”
            Pertanyaan seperti itu sering kali hingga di saat kita baru putus. Yang mengakibatkan kita jadi sering memikirkan dia. Nah, gimana kita bisa move-on kalau setiap detik pikiran kita masih dihantui dia? Jadi, stop bertanya-tanya tentang hal yang berkaitan dengan sang mantan.
5. Pergi Liburan
            Liburan bisa membuat pikiran dan hatimu tenang. Terlebih kalau pergi berlibur ke tempat yang udah lama kamu idamkan. Di sana kamu akan menemukan pengalaman baru yang menyenangkan. Wuuuiiih … dijamin deh dalam sekejap bayangan mantan itu lenyap.
6. Hang-Out Dengan Teman-Teman
            Ingat, meski baru putus kamu masih punya teman. Jadi ajaklah teman-temanmu untuk hang-out. Bersenang-senang. Bisa ke mall, kafe, atau perpustakaan. Ya siapa tahu di sana kamu menemukan sesuatu yang menarik, seperti gebetan baru.
7. Cari Cinta Yang Baru
 Ada yang bilang salah satu cara terampuh buat lupain mantan adalah dengan menemukan cinta yang baru. Nah, nggak ada salahnya kamu mencobanya nih. Daripada sibuk mikirin mantan yang udah senang-senang dengan yang baru, mendingan kamu bangkit dan atur strategi  untuk temukan cinta yang lain. Bisa saja kamu akan menemukan belahan hatimu yang sesungguhnya.
Itu tadi 7 Cara tercepat buat move-on dari mantan. Semoga ampuh buat kamu-kamu yang galau karena mikirin mantan terus. Hehe ….
Terakhir saya cuma mau bilang ini:
“MANTAN itu sebutan halus dari kata BEKAS. Nah lho, emangnya mau kamu menghancurkan kehidupan bahagiamu untuk sesuatu yang berlabelkan BEKAS?

PS: Gambar diambil dari Google.

Wednesday, 31 December 2014

Resensi Novel: Ketika Cinta Terbentur Restu Ibu dan Suku

Judul              :Kania
Penulis            :Hapsari Hanggarini
Penerbit          :Moka Media
Tebal              :297 halaman
Tahun Terbit :Cetakan pertama, 2014
ISBN               :978-979-959-210


Sinopsis:
            Ditugaskan ke Yogyakarta untuk urusan pekerjaan bukanlah hal yang menyenangkan bagi Kania. Karena dia harus bertemu dan berurusan dengan klien—yang menurutnya jutek dan sok cool—bernama Danang Prasetyo. Tapi sebenarnya—tanpa Kania duga—penugasan Kania menangani urusan pekerjaan dengan Danang adalah cara Agus, sahabat Kania sekaligus bosnya, untuk menjodohkan Kania dengan Danang. Dan, sikap Danang jutek karena dia selalu grogi berhadapan dengan Kania. Danang menyukai Kania.
            Di sisi lain, Amih—ibu Kania—terlihat selalu ingin bermenantukan Agus. Sebenarnya harapan itu pun sama dengan Kania.Dia juga menyukai Agus. Tapi sayangnya, mereka sudah terikat janji untuk tidak menjalin romansa sesama rekan kerja. Lagipula Agus tengah mempersiapkan pernikahan bersama Rita.
            Kejadian suatu pagi di Malioboro membuat Kania bisa melihat sisi lain Danang. Perlahan di mata Kania, Danang menjadi sosok yang hangat dan menyenangkan. Hingga pada akhirnya Danang meminta Kania mau menjalin hubungan serius dengannya. Danang berniat melamar Kania.
            Namun cinta mereka tak berjalan mulus. Amih terlihat tidak setuju saat tahu Danang bersuku Jawa. Terlebih saat Kania menyebut nama Ganjar  Priambudi.Kania bertanya-tanya, apa yang salah dengan suku Jawa dan seseorang bernama Ganjar Priambudi? Tapi, Kania tak mendapatkan jawabannya. Pada akhirnya dia harus rela mengakhiri kisah cintanya dengan Danang demi Amih. Kania tidak ingin melihat Amih sedih dan terluka.
            Kania memutuskan keluar dari pekerjaannya. Dia memutuskan untuk menyendiri ke Ketapang, rumah Teh Anis, kakaknya. Pada saat yang sama Agus batal menikah dengan Rita. Agus yang ternyata juga sudah mencintai Kania sejak lama, memutuskan untuk melamar Kania.Mendadak Kania jadi dilema.  Siapa yang akhirnya dia pilih? Agus, cinta terpendamnya yang juga merupakan menantu idaman Amih? Ataukah Danang yang perlahan mulai dia cintai?


Review:
            Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih dulu pada seseorang yang menghadiahkan novel ini pada saya, lengkap ttd penulisnya. Dihadiahi sebuah buku adalah salah satu kebahagiaan dalam hidup saya *gak apa-apalah agak lebay*
            Baiklah sekarang saya akan me-review novel karya Hapsari yang kedua saya baca—yang pertama tentu saja Sapporo No Niji.
            Kania adalah novel—yang menurut saya—bukan sekedar novel roman biasa. Ini novel yang beda. Selain berkisah tentang romansa, novel ini juga mengajak saya mengenal daerah-daerah, suku, dan kebudayaan lain Indonesia yang belum begitu saya tahu. Jadi, novel in imememberi saya gizi baru bagi pengetahuan saya. Setting cerita—baik budaya,makanan, adat-istiadat, suasana, bahasa, kebiasaan, bahkan kulinernya—diceritakan begitu apik. Saya seperti sedang melakukan traveling di daerah-daerah yang menjadi setting cerita ini—Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Ketapang.
            Selain itu pemilih profesi pekerjaan Kania, Agus, dan Danang pada novel ini juga sangat menarik. Beda dari novel yang lain. Benar-benar baru dan fresh. Saya jadi tahu satu lagi profesi pekerjaan sampai ke detaik-detailnya.
            Kisah romansa Kania, Agus, dan Danang juga bikin ketagihan dan gregetan untuk diikuti. Belum lagi rahasia yang disimpan Amih yang mengakibatkan dia tidak merestui hubungan Kania karena Danang bersuku jawa, membuat rasa penasaran semakin besar terhadap akhir cerita ini.
            Dari semua keunggulan novel ini,yang terpenting bagi saya—selalu jadi poin utama saat membaca novel—adalah gaya bercerita penulis. Di novel ini penulis bercerita dengan lancar dan mulus.
            Kelemahan di novel ini menurut saya hanya beberapa typo (mulai dari kata yang diketik dua kali dan kesalahan nama bandara (halaman 64).
            Secara keseluruhan novel ini saya rekomendasikan buat pembaca yang ingin membaca novel roman yang beda dan yang ingin mengenal kebudayaan indonesia yang beragam.
            Terakhir saya memberikan 4 bintang untuk novel Kania karya Hapsari Hanggarini ini. ^^

Tuesday, 16 September 2014

[Resensi Buku] Dosa Terindah by Monica Petra



Lika-Liku Cinta Seorang Seana

Judul Buku      : Dosa Terindah
Penulis             : Monica Petra
Penerbit           : Bhuana Sastra
Tahun Terbit    : Cetakan pertama, 2014
ISBN               : 978-602-249-609-8
Tebal               : 160 halaman

            Seana merasa kehidupannya berubah saat Edmund memutuskannya secara sepihak padahal sebentar lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Selama ini hubungan mereka baik-baik saja, bahkan sempurna, jadi Seana masih tidak percaya  kisah cintanya kandas.
            Seana mencoba membangun keehidupannya lagi. Dimulai dengan memperdalam kemampuan bahasa inggrisnya. Di tempat kursus itu Seana bertemu dengan Vincent, mahasiswa berumur 20 tahun yang di mata Seana terlihat dewasa. (halaman 15)
            Vincent sungguh baik dengan Seana. Cowok itu sering mengantarkan Seana pulang. Tapi, lama-lama sikap baik Vincent membuat Seana gelisah. Karena tanpa sadar ia mulai menyukai Vincent. Suatu hari Seana menceritakan tentang Vincent pada Ella, sahabatnya. Ternyata Ella mendukung Seana jadian dengan Vincent. Karena menurut Ella itu mungkin cara bagi Sean untuk move on dari Edmun. Hingga akhirnya Vincent menyatakan cinta dan Seana menerimanya (halaman 52)
            Namun hubungan cinta mereka tak berjalan mulus. Terlalu banyak perbedaan, mulai dari umur sampai lingkungan pergaulan. Terlalu banyak hal-hal yang menyebabkan pertengkaran, mulai dari Cincin pemberian Steven—mantan murid yang mencintai Seana—sampai kedekatan Seana dengan Hendry, rekan kerja Seana. Belum lagi sikap Seana yang sering bersikap egois. Namun Vincent mencoba bertahan dan memahami Seana. Vincent benar-benar tulus mencintai Seana.
            Tapi masalah tidak hanya sampai di situ. Edmun tiba-tiba muncul lagi. Menawarkan cinta pada Seana. Seana yang sadar betul bahwa dirinya masih mencintai Edmun—sangat mencintainya, bahkan melebihi cintanya ke Vincent—menjadi dilema. (halaman 131)
Seana bingung harus kepada siapakah cintanya harus dipersembahkan.
            Dosa Termanis adalah novel ke-18 dari Monica Petra. Novel  bergenre roman dewasa ini diceritakan Monica dengan gaya yang lugas sehingga sangat mudah dipahami. Konflik demi konflik dimunculkan sehingga kita tidak diberi kesempatan untuk melepaskan novel ini sebelum menamatkannya. Tetapi dari semua kelebihan novel ini ada hal yang menjadi kekurangannya, yaitu typo di beberapa bagian. Tapi secara keseluruhan novel ini layak untuk jadi teman hiburan. Satu pesan yang ingin disampaikan penulis melalui novel ini adalah jangan pernah menyia-nyiakan orang yang tulus mencintaimu.
 
Peresensi: Kamal Agusta, Mahasiswa FKIP Matematika Universitas Islam Riau.